Jangankan suaraku, Yaa ‘Aziz
Sedangkan firman-Mu pun diabaikan
Jangankan ucapanku, Yaa Qawiy
Sedangkan ayat-Mu pun disepelekan
Jangankan cintaku, Yaa Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayang-Mu pun dibuang
Jangankan sapaanku, Yaa Matiin
Sedangkan solusi tawaran-Mu pun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaan-Mu pun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitab-Mu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahim-Mu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasih-Mu Muhammad dilempar batu
Sedangkan Ibrahim-Mu dibakar
Sedangkan Yunus-Mu dicampakkan ke laut
Sedangkan Nuh-Mu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadirul Muqtadiir

Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasih-Mu ma’shum dan aku bergelimang hawai
Nabi utusan-Mu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Kariim
Wahai Fattaah wahai Haliim
Aku setitik debu namun bersujud kepada-Mu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepada-Mu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaan-Mu

Emha Ainun Najib

.