image

II.4. SEMUA UNTUK MANUSIA

PUNCAK dari segala proses yang terjadi di muka Bumi ini ternyata mengarah ke suatu tujuan utama: Menyongsong kehadiran manusia..!

Ini sungguh penghargaan yang luar biasa kepada makhluk yang berjalan di atas dua kaki ini. Makhluk yang secara fisik tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan mahkluk penghuni Bumi lainnya. Makhluk yang diperkirakan baru muncul tak sampai 10 juta tahu tahun yang lalu. Yang kini telah menjadi penguasa Bumi, dengan segala fasilitas yang tersedia untuknya.

Dalam ayat berikut ini Allah menjelaskan bahwa memang semua yang ada di Bumi ini diperuntukkan manusia.

QS. Al Baqarah (2) : 29

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿٢٩

29. “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Luar biasa. Sang pencipta sendiri yang mengumumkan bahwa semua yang ada di muka Bumi ternyata diciptakan untuk manusia secara kolektif. Dengan kata lain, seluruh proses yang mendahului lahirnya spesies manusia di muka Bumi ini sebenarnya dipersiapkan Allah untuk menyongsong lahirnya makhluk mulia bernama manusia.

Padahal tahukah Anda, berapa lama waktu diperlukan untuk masa persiapan itu? Hampir 5 miliar tahun. Sedangkan spesies manusia diperkirakan baru muncul tidak sampai 10 juta tahun yang lalu. Bahkan manusia modern (katakanlah Adam as – pen) diperkirakan baru puluhan ribu tahun…!!!

Ada beberapa tahapan yang dipersiapkan oleh Allah. Awalnya adalah dipersiapkan dulu tempat hidup kita, berupa daratan. Setelah itu disusul dengan kebutuhan utama untuk berlangsungnya kehidupan berupa air dan udara.

Dan, selanjutnya Allah menyiapkan makanan dengan segala jenisnya. Kemudian akhirnya, dijadikan kebutuhan sekunder dan tersier berupa peralatan transportasi, akomodasi, pakaian, dan segala gemerlap perhiasan untuk kenyamanan hidup kita.

QS. Fushshilat (41) : 9-10

۞ قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَرْضَ فِى يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٩

9. “Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb (Tuhan) semesta alam”.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ مِن فَوْقِهَا وَبَٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقْوَٰتَهَا فِىٓ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَآءً لِّلسَّآئِلِينَ ﴿١٠

10. “Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”

Selama persiapan itu, Bumi memang mengalami perkembangan secara bertahap. Kalau dalam istilah Al Qur’an diciptakan dalam dua masa, khusus untuk menyiapkan tempatnya. Sedangkan untuk menyiapkan makanan Allah melakukannya dalam empat masa.

Para ahli geologi juga memperoleh tahapan yang kurang lebih sama dengan yang diterangkan oleh Al Qur’an. Awalnya planet ini demikian panas karena merupakan bagian dari Matahari yang memisahkan diri.

Ketika sedang dalam proses mendingin, Bumi sering memperolah tambahan meterial dari luar angkasa. Di antaranya adalah berbagai jenis batuan, logam, dan jumlah air sangat besar. Inilah yang menyebabkan planet Bumi menjadi planet yang berbeda dengan planet lainnya di keluarga tata surya ini. Apalagi posisinya terhadap matahari dengan jarak yang sangat ideal. Menyebabkan Bumi menjadi panggung drama kehidupan manusia paling menyenangkan.

Besi misalnya, adalah jenis logam yang tidak diketemukan di planet lain dalam tata surya ini. Logam ini agaknya datang dari luar angkasa dan kemudian menetap di Bumi. Lantas kita tahu bahwa Besi menjadi logam yang sangat penting dan dibutuhkan manusia untuk berbagai kegiatan hidupnya.

Cerita tentang besi ini bisa kita temui di sebuah surat yang diberi nama AL HADIID yang bermakna BESI. Dan dikirimkan ke Bumi ketika Allah sedang memproses penciptaannya.

QS. Al Hadiid (57) : 4

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿٤

4. “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Di ayat berikut ini, Allah menjelaskan dengan lebih eksplisit bahwa DIA menurunkan dan mengirim besi ke Bumi, agar bisa dimanfaatkan manusia untuk berbagai tujuan.

QS. Al Hadiid (57) :25

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ ﴿٢٥

25. “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Ayat-ayat Al Qur’n sangat banyak bercerita tentang berbagai fasilitas yang diciptakan Allah khusus untuk menunjang kehidupan manusia. Diantaranya Allah menceritakan bahwa Bumi ini sengaja dibuat sebagai hamparan agar memudahkan manusia. Langitnya dibentuk dan difungsikan sebagai atap agar memberikan perlindungan. Dan kemudian diciptakan mekanisme hujan agar menghasilkan beebagai macam makanan serta buah-buahan. Semua itu untuk manusia.

Al Baqarah (2) : 22

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٢

22. “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Bukan hanya itu, Allah juga menyediakan berbagai keperluan hidup lainnya. Segala macam barang tambang, hasil hutan, potensi sungai, dan lautan, semuanya diciptakan buat kita.

QS. Al Hijr (15) : 20

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُۥ بِرَٰزِقِينَ ﴿٢٠

20. “Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.”

QS. An Nahl (16) : 14

وَهُوَ ٱلَّذِى سَخَّرَ ٱلْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا۟ مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا۟ مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى ٱلْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿١٤

14. “Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”

Bukan hanya yang ada di dalam Bumi, pergantian siang dan malam hari pun diatur agar memberikan kenyamanan hidup manusia.

QS. An Nahl (16) : 12

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتٌۢ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٢

12. “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya),”

QS. Al Furqaan (25) : 47

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا ﴿٤٧

47. “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.”

Bukan main! Allah telah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong kehadiran Sang Manusia. Demikian mulianya kita, manusia. Semua makhluk ciptaan Allah yang ada di Langit maupun yang di bumi ternyata mereka hanya sebagai pelengkap saja bagi keberadaan kita. Langit, bumi, dan segala isinya ternyata diciptakan untuk kepentingan hidup manusia.

QS. Luqman (16) : 12

أَلَمْ تَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَٰبٍ مُّنِيرٍ ﴿٢٠﴾

20. “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”

Sayangnya, kata Allah, sedikit sekali manusia yang bersyukur kepada-Nya.

QS. Al A’raaf (7) : 10

وَلَقَدْ مَكَّنَّٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿١٠

10. “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.”

Next On…

.