image

II.2. PLANET PALING IDEAL

KEANEHAN terbesar planet Bumi adalah kondisinya yang sangat ideal untuk bisa memunculkan kehidupan. Padahal, agar bisa terjadi kehidupan, planet ini harus memiliki fasilitas yang bukan main rumitnya. Dan harus terjaga selama miliaran tahun secara otomatis, self controlled.

Di antaranya, Bumi ini harus memiliki daratan. Sebab tanpa daratan, makhluk hidup terutama manusia, tidak akan bisa bertempat tinggal. Tapi, adakah planet yang  tidak mimiliki daratan? Banyak. Di antaranya adalah planet Jupiter, Saturnus dan Uranus. Ketiga planet itu tidak memiliki daratan. Semuanya gass?

Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia. Karena tidak ada tempat berpijak. Akan tetapi, meskipun ada daratan, sebuah planet belum tentu juga bisa dihuni. Daratan di planet PLUTO (sekarang bukan termasuk planet lagi) misalnya, adalah air dan gas yang membeku disebabkan oleh suhu yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di planet dengan daratan seperti itu.

Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan loga Timbal. Tentu saja, anda tidak akan tahan tinggal di planet ini. Di bagian yang berlawanan dengan daratan yang mendidih itu, daratan Mercurius justru membeku. Kenapa bisa begitu? Karena bagian yang ada di baliknya itu terus menerus membelakangi matahari. Berbeda dengan bagian sebaliknya, yang justru terus menerus menghadap matahari. Karena itu suhu planet ini menjadi sangat ekstrim.

Selain daratan, sebuah planet yang layak huni harus memiliki air. Bumi sangat berkelimpahan dengan air. Sekitar 2/3 permukaannya ditutupi oleh air. Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada “saudara-saudara” Bumi di tatasurya ini. Planet yang jauh dari matahari membeku, sedangkan yang dekat matahari mendidih dan menguap.

Tentang keberadaan air itu sendiri sangatlah misterius. Banyak yang memprediksi air yang ada di muka Bumi ini sebenarnya bukan terbentuk di permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa.

Kenapa ada pemikiran demikian? Sebab, air yang sedemikian banyak itu memerlukan proses pembentukan yang bukan main berbahaya. Harus melewati suatu ledakan raksasa yang bisa membahayakan Bumi.

Air alias H2O terbentuk karena bereaksinya hidrogen dengan oksigen dalam tekaman yang sangat tinggi. Anda bisa memperoleh gambaran tentang itu pada mesin roket.

Bertemunya antara oksigen dan hidrogen bakal menimbulkan energi panas yang luar biasa dahsyatnya. Menyemburkan api. Dan kemudian menghasilkan H2O alias air. Jadi bisa anda bayangkan, bagaimana proses terciptanya air berjumlah miliaran kubik itu yang menutupi permukaan Bumi ini. Bisa-bisa planet Bumi ini hancur ditelan oleh bom api raksasa yang luar biasa besarnya akibat reaksi yang terjadi.

Maka, banyak ahli berpendapat, air yang ada di permukaan Bumi ini sebenarnya adalah kiriman dari luar angkasa. Datang dalam bentuk bongkahan-bongkahan es membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Air beku itu sendiri terbentuk di jaman purba alam semesta akibat bertemunya oksigen dan hidrogen di luar amgkasa sana. Bongkahan-bongkahan es itu sengaja dikirim oleh Allah ke planet Bumi agar terjadi kehidupan di sini. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di Bumi. Ayat berikut bercerita tentang hal itu.

QS. Al Mu’minuun (23): 18

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ ﴿١٨﴾

18. “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”

Sebagaimana di jelaskan di bagian akhir ayat, jikalau mau, Allah bisa menghilangkam kembali air yang berlimpah di Bumi itu. Caranya sangat gampang. Terlalu gampamg buat Allah. Dengan mengubah jumlah pancaran matahari supaya lebih panas dari sekarang misalnya, maka air bakal lebih cepat menguap dan sulit kembali ke Bumi. Anda bisa melihat itu di daerah-daerah padang pasir yang tandus. Hujan sangat jarang terjadi. Mungkin hanya dua-tiga kali dalam setahun. Apalagi jika lebih panas.

Cara lain lagi agar air lenyap dari Bumi adalah dengan mengurangi gaya gravitasi Bumi, molekul-molekul air akan terus terbang lebih tinggi dan tidak mau jatuh lagi kembali ke Bumi. Atau dengan memgubah berat molekul air supaya lebih ringan, sehingga awan akan melayang lebih tinggi karena lebih ringan. Dan masih banyak lagi cara lainnya.

Semua mekanisme itu berjalan dengan sangat rapi dan aneh. Seakan-akan ada kekuatan Maha Besar yang mengontrol agar air tetap berada di Bumi. Ya, Allah-lah yang mengendalikan semua itu secara seimbang: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi…”

Faktor lainnya lagi yang tak kalah penting untuk menjadikan Bumi sebagai planet yang layak huni adalah atmosfer. Di Bumi tersedia atmosfer yang mengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang terbanyak adalah nitrogen, yaitu sekitar 78%. Selebihnya adalah gas karbon dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.

Kadar oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21% sesuai dengan kebutuhan kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem pernafasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses oksidasi di muka Bumi berjalan tidak terkendali. Diantaranya, tingkat kebakaran dan kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara drastis.

Bahkan, atmosfer ini dalam berbagai keterangan Al Qur’an disebut sebagai ATAP Bumi. Menyelimutinya. Dan menjadi pelindung dari serbuan berbagai benda atau energi yang berbahaya dari luar angkasa.

Di antaranya, atmosfer melindungi Bumi dari batu-batu angkasa yang berseliwaran di atas sana. Jika karena suatu hal, batu itu jatuh ke Bumi, maka batu itu akan terbakar akibat bergesekan dengan atmosfer.

Lapisan ozon di bagian atas atmosfer juga berfungsi untuk melindungi makhluk hidup di planet ini dari serbuan ultraviolet. Lapisan magne-tosfernya melindungi dari pancaran gelombang elektromagnetik dari angkasa luar. Lapisan iono-sfernya berfungsi dalam praktek telekomunikasi. Dan lain sebagainya. Atmosfer yang 1000 km ini benar-benar suatu desain selimut planey yang aneh luar biasa dan bermanfaat buat kehidupan di dalamnya.

Pernahkah juga anda berpikir tentang angin, gunung-gunung dan lembah? Ternyata semua itu diatur sangat presisi untuk memungkinkan terjadinya kehidupan yang nyaman di muka Bumi.

Seandainya Bumi ini tidak memiliki gunung dan lembah, maka permukaan Bumi akan selalu diterjang badai berkecepatan ratusan kilometer per jam. Kenapa bisa demikian? Karena putaran Bumi yang seperti gasing itu telah menyebabkan angin kencang di atmosfernya.

Lantas kenapa itu tidak menyebabkan amgin badai? Karena angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi rendah berbentum gunung dan lembah. Dalam waktu yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara diberbagai wilayah Bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23,5 derajat.

QS. An Naml (27): 88

وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ ﴿٨٨﴾

88. “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dan masih banyak lagi ‘keanehan-keanehan’ yang sulit dipahami, kenapa bisa demikian banyak ‘kebetulan’ yang bermunculan demi tercapainya kehidupan di muka Bumi. Padahal apa yang saya ceritakan si atas baru sejumlah kecil variabel yang berkaitan dengan desain BUMI.

Hal yang lebih aneh lagi adalah kamampuan Bumi untuk mempertahankam keseimbangam mekamisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih misalnya, Bumi memiliki mekamisme penyulingan air yang sangat mengagumkan. Tidak kurang dari 400 milion ton air disirkulasi setiap tahunnya.

Air di seluruh daratan Bumi mengalir ke lautan.  Berkumpullah AIR KOTOR dari seluruh aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses biokimiawi dari ekosistem laut untuk MEMBERSIHKAN kembali.

Dalam waktu yang bersamaan air samudera itu diuapkan oleh panas matahari menjadi awan. Terjadilah penyulingan air laut besar-besaran sepanjang tahun. Awan itu kemudian di giring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Ini sungguh luar biasa! Bayangkan berapa besar energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton air itu?

Semua itu terjadi secara otomatis demi berlangsungnya kehidupan di muka Bumi. Bukan hanya saat penciptaan, melainkan untuk menjaga keberlangsungan kehidupan selama miliaran tahun usia planet ini.

QS. Al Baqarah (2): 22

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٢﴾

22. “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Di ayat berikut ini, Allah bercerita lebih jauh bagaimana DIA meniupkan angin untuk membawa gumpalan awan berisi air hujan.

QS. Al A’raaf (7): 57

وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٥٧﴾

57. “Dan Dialah yang MENIUPKAN angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah MEMBAWA AWAN mendung, Kami halau ke suatu DAERAH YANG TANDUS, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”

Bukan hanya mekanisme air bersih yang menakjubkan, tetapi juga penyediaan berbagai kebutuhan makanan. Planet Bumi ini secara ajaib bisa menyediakan berbagai kebutuhan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya.

Berbagai macam tanaman dan pepohonan menghasilkan buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam kebutuhan manusia. Darinyalah kita memperoleh sumber karbohidrat, protein dan lemak nabati.

Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak. Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudera, binatang-binatamg yang hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang beterbangan. Semuanya memberikan aneka ragam makanan hewani.

Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan rusak pula sumber-sumber makanan kita.

QS. Al Baqarah (2): 164

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾

164. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Next On…

.