Nabi Zakaria adalah salah satu seorang nabi dan rasul, beliau keturunan Bani Israel atau nabi Ya’qub as. Berikut sekelumit kisah kerinduan Nabi Zakaria akan kehadiran seorang anak yang bisa melanjutkan keturunannya Bani Israel.

QS. Maryam, 19 : 2-6

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ

2. “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,”

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا

3. “yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

4. “Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.”

وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

“5. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,”

يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

6. “yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhoi”.”

*Nabi Zakaria as adalah keturunan Nabi Sulaiman as dan beliau adalah seorang ulama besar dikalangan Bani Israil. Nabi Zakaria yang telah lanjut usia tetapi belum juga mendapatkan seorang anakpun. Tadinya tidak sedikit terlintas dalam pikirannya, tetapi setelah beliau memelihara Maryam ibunda nabi Isa as barulah terlintas dalam angan-angannya akan kerinduan hadirnya seorang anak.

Nabi Zakaria khawatir jika dia telah meninggal siapa yang akan meneruskan dakwah kepada kaum Bani Israil dan meneruskan keturunan dari Nabi Ya’qub as.

Tiada mengenal lelah atau berputus asa barang sedikitpun dalam hati Nabi Zakaria terus berdoa meminta kepada Allah SWT, seorang anak walaupun belum dikabulkan.

Allah SWT, adalah Tuhan Yang Maha Tahu dan senantiasa mendengar akan doa hambaNya itu telah mengabulkan permintaan Nabi Zakaria as dan tak lama kemudian beliau mendapat kabar gembira dari Allah SWT, akan lahir seorang anak laki-laki dari rahim istrinya yang kemudian diberi nama Yahya yang berarti “Hidup” oleh Allah SWT.

Hal ini diterangkan Allah SWT, dalam Al-Qur’an Surah Maryam / 19 ayat 7-9

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

7. “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.”

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ ٱلْكِبَرِ عِتِيًّا

8. “Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

9. “Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.”

*Kabar gembira itu disampaikan oleh Malaikat Jibril yang saat itu Nabi Zakaria sedang sembahyang di mihrabnya. Namun Nabi Zakaria seolah masih tidak percaya dengan kabar bahwa dia akan dikaruniai seorang anak. Ia pun meminta tanda-tanda kepada Allah akan kebenaran kabar tersebut. Berikut kisahnya. QS. Maryam, 19 : 10-11

قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةً ۚ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

10. “Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنَ ٱلْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُوا۟ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

11. “Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.”

*Tiada lama setelah itu, maka kabar itu kemudian menjadi nyata bahwa istri Nabi Zakaria benar-benar telah hamil dan ketika sudah sampai pada batas waktu untuk melahirkan, lahirlah seorang bayi laki-laki dan kemudian diberi nama “Yahya”.

Setelah dewasa Yahya akan membenarkan kalimat dari Allah, menjadi panutan banyak orang, menjadi orang yang dapat menahan diri, serta termasuk seorang Nabi dan Rasul dari golongan orang yang baik lagi sholeh.

.