image

1.3. ISLAM MENCERAHKAN

ISLAM adalah agama yang mencerahkan kehidupan manusia. Kitab sucinya – Al Qur’an – adalah sebuah mukjizat yang menjadi petunjuk sepanjang masa. Tentang apa saja. Di dalamnya ada GUIDANCE ajaib, yang jika dipraktekkan bakal mengantarkan kita kepada hasil yang menakjubkan. Di segala bidang. Di bidang ekonomi, bidang politik, sosial budaya, keluarga, sampai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi ciri khas manusia abad ini dan mendatang.

Karena itu, Islam menjamin umatnya bakal menjadi umat teladan jika mengikutinya. Sayangnya, beberapa ratus tahun terakhir ini, umat Islam tidak menjalankan ajaran Al Qur’an secara utuh dan konsisten. Maka umat yang seharusnya menjadi teladan di muka Bumi ini pun menjadi terperosok dalam jurang kemunduran yang sangat dalam. Secara panjang lebar, saya telah membahas masalah ini dalam buku MEMBONSAI ISLAM. Disana saya menawarkan solusi agar umat Islam menjadi umat teladan kembali seperti di jaman Rasulullah SAW masih hidup.

Dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, Al Qur’an adalah kitab suci yang sangat mengagumkan. Prediksi-prediksinya tentang banyak hal ke masa depan luar biasa akurat dan mencengangkan. Mulai dari bidang kosmologi, astronomi, biologi, kedokteran, kimia, metalurgi, sampai perkembangan biomolekuler mutakhir, sangatlah mengagumkan. Tidak berlebihan jika Al Qur’an disebut sebagai buku induk ilmu pengetahuan.

Hal ini, sebenarnya telah dibuktikan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam di jaman keemasan khilafah Islamiyah. Pada jaman itu ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Dan kemudian diadopsi oleh peradaban Barat, sehingga berkembang seperti dewasa ini. Ironisnya, kini dunia Islam malah meredup.

Bukan hanya di masa lalu, di masa depan peradaban manusia pun, Al Qur’an bakal tetap bersinar sebagimana dikalim dalam ayat-ayat yang terkandung di dalamnya.

QS. An Nisaa’ (4) : 174

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).”

Prediksi-prediksi dalam bidang kosmologi misalnya, sungguh mengagumkan. Di antranya adalah,  munculnya teori BIG BANG, ternyata seiring dengan penjelasan Al Qur’an Surat Al Anbiyaa’ (21) : 30

(أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ)

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Ayat ini menjelaskan bahwa Langit dan Bumi dulunya memang satu kesatuan (yang padu – pen) kemudian dipisahkan oleh kekuatan yang besar.

Sebaliknya keruntuhan am semesta – BIG CRUNCH – kelak, juga sudah diprediksi oleh Al Qur’an dalam surat yang sama Al Anbiyaa’ (21) : 104

(يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ)

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.”

Bahwa Allah bakal menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana permulaan penciptaan, maka demikan pula Allah bakal mengakhirinya. Dua skenario besar yang sampai kini masih menjadi bahan diskusi para pakar kosmologi modern.

Dalam bidang fisika modern, Al Qur’an juga memberikan gambaran-gambaran menakjubkan tentang relativitas waktu, perjalanan telepirtasi, alam semesta berdimensi 9, rekaman alam semesta, dan dunia hologram. Semua itu adalah puncak-puncak perkembangan mutakhir dalam bidang sains modern yang belum sepenuhnya dipahami oleh para pakar. Akan tetapi Al Qur’an telah memberikan sinyal-sinyal keberadaannya.

Untuk memahaminya lebih mendalam saya anjurkan anda membaca buku-buku serial lainnya seperti : ” TENYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL, TERPESONA DI SIDROTIL MUNTAHA, dan DZIKIR TAUHID”.

Saya hanya ingin memberikan gambaran lebih jelas kepada anda bahwa Al Qur’an adalah kitab induk ilmu pengetahuan yang luar biasa hebatnya. Sayangnya, selama ini kita memperlakukannya hanya sebagai buku doktrin yang tidak boleh dipahami secara ilmiah. Pokoknya telan saja mentah-mentah. Dan tidak boleh membantah guru yang mengajarinya.

Nah dalam buku ini, sekali lagi saya akan mengajak pembaca untuk memahami betapa indah dan canggihnya informasi dari dalam Al Qur’an ketika bercerita tentang penciptaan manusia. Baik manusia pertama, maupun kita yang menjadi anak cucunya.

Al Qur’an menyodorkan sebuah cerita ilmiah mempesona yang menggabungkan ilmu-ilmu kedokteran mutakhir, ilmu biologi, biokimia, fisika modern, dan ilmu biomolekuler yang kini berkembang sangat pesat.

Proses penciptaan Adam dan Hawa beserta anak cucunya tidak lagi harus kita persepsi sebagai sebuah cerita legenda yang membosankan, melainkan sebagai sebuah pertunjukan drama koloasal SCIENCE FICTION yang sangat mencengangkan. Allah memberikan sinyal-sinyal itu dalam.berbagai firmanNya.

QS. As Sajdah (32) : 7-9

(الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ)

7. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”

(ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ)

8. “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma dan ovum).”

(ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ)

9. “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”

Ayat-ayat di atas, di bagian-bagian berikutnya lebih khusus, akan kita bahas lewat pendekatan sains mutakhir, bersama ayat-ayat lain dari dalam Al Qur’an.

Semakin banyak ilmu mutakhir yang kita libatkan, semakin baik pula kesimpulan yang kita peroleh. Semakin canggih alat yang kita gunakan maka semakin mendalam pula kepahaman yang kita peroleh.

QS. Al Jaatsiyah (45) : 2-5

(تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ)

2. “Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ)

3. “Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.”

(وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ)

4. “Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (canggihnya ilmu Allah / kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,”

(وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ)

5. “…dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (keagungan kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.”

Next on…

.