image

BAB I. KABUT TEBAL SEJARAH MANUSIA

I.1. LEGENDA MANUSIA PERTAMA

KISAH Adam dan Hawa sudah sedemikian melegenda. Sehingga hampir semua kita menerima begitu saja. Meskipun, banyak di antara cerita itu yang tidak masuk di akal. Ya, legenda memang tidak harus masuk di akal. Cukup kita terima saja.

Di antara yang paling sering kita dengar adalah bahwa Adam diciptakan Allah dari tanah liat yang dibentuk seperti boneka (dalam bayangan pikiran kita – pen). Kemudian ditiupkan kepadanya Ruh, sambil diucapkan KUN FAYAKUN. Maka jadilah Adam manusia dewasa yang hidup seketika itu juga.

Selanjutnya, Adam ditempatkan di dalam surga. Ia hidup sendirian di dalam taman dan istana yang indah. Tapi ia merasa kesepian karena tidak ada kawannya. Maka, Allah pun menjadikan calon isterinya – Hawa. Caranya, Allah mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Kepada tulang rusuk itu Allah mengucapkan kata yang sama – KUN – maka jadilah Hawa sebagai manusia dewasa yang hidup.

Hawa menemani Adam di dalam surga yang indah. Surga itu berada di langit. Atau, di alam yang entah berada dimana. Tak ada yang tahu. Bahkan, tak perlu tahu.

Di surga itu Adam dn Hawa hidup bahagia serba berkecukupan. Sampai suatu saat datanglah IBLIS menggoda mereka. Iblis masuk ke dalam surga menyamar sebagai ular. Dan membisiki Adam serta isterinya untuk memakan buah dari sebuah pohon terlarang.

Sebenarnya Allah sudah melarang mereka untuk mendekatinya. Apalagi memakan buahnya. Maka, benarlah, ketika memakan buah itu, tiba-tiba secara ajaib pakaian yang mereka kenakan menghilang. Adam dan Hawa berada dalam keadaan telanjang. Terlihat auratnya. Maka mereka berlarian ke balik semak-semak. Memetiki daun-daunnya untuk menutupi tubuh mereka. Adam dan Hawa pun mengenkan pakaian daun-daun surga.

Allah marah. Dan mengutuk mereka, kenapa melanggar larangan yang telah ditetapkan. Maka sumi istri itu diusir Allah dari surga. Mereka diturunkan dari langit menuju Bumi secara terpisah. Adam di turunkan disekitar India (tepatnya sekarang Srilangka – pen), sedangkan Hawa diturunkan di timur tengah. Sekian ratus tahun kemudian mereka bertemu di sebuah bukit tandus, di Mekkah, di Jabal Rahmah.

Di dalam agama Nasrani, dosa-dosa Adam itu diturunkan kepada anak cucunya. Kita semua sebagai keturunannya ikut menanggung beban dosanya. Dan karena itu, harus ditebus selama hidup kita.

Sedangkan di kalangan Islam tidak dikenal dosa turunan. Namun tak sedikit yang meyakini bahwa kita sengsara hidup di dunia ini juga disebabkan oleh kesalahan Adam memakan buah larangan (Khuldi – pen). Sehingga dikeluarkan dari surga yang penuh kenikmatan.

Dengan kata lain, seandainya Adam dan Hawa tidak termakan bujukan Iblis memakan buah larangan, Adam dan Hawa beserta kita semua tidak akan pernah hidup di Bumi. Kita semua bakal tetap hidup di dalam surga di langit sana.

Cerita legenda ini sudah saya dengar sejak kecil. Dan sekarang pun masih diceritakan seperti itu, dengan segala variasinya. Sumbernya beragam. Sebagian dari kitab-kitab suci. Sebagian lagi dari hadis. Sebagian lain dari mulut ke mulut, sehingga sulit dipertanggung-jawabkan.

Tidak sedikit yang ingin melakukan klarifikasi terhadap cerit-cerita itu. Akan tetapi selalu terbentur dinding yang sulit ditembus. Cerita itu seperti tertutup kabut tebal yang sulit terkuak kebenarannya.

Selama ribuan tahun legenda tetap saja legenda. Tak ada yang berhasil menguak secara memuaskan. Sumber-sumber cerita yang selama ini dipakai, ya tetap dari itu ke itu. Kita berputar-putar tak pernah bisa keluar dari kegelapan misteri yang meliputinya.

Ada beberapa pertanyaan yang selama ini menjadi perdebatan atas legnda Adam dan Hawa. Terutama di kalangan Islam.

1. Sebenarnya, dimanakah Adam dan Hawa diciptakan? Di surga ataukah di bumi?
2. Kalau di surga, surga yang mana? Apa bedanya dengan surga akhirat kelak?
3. Ataukah surga yang dimaksudkan dengan surga nabi Adam itu adalah sebuah taman yang indah di muka Bumi? Sehingga, bahan dasar penciptaanya pun dari tanah Bumi?
4. Lantas, bagaimanakah proses penciptaan Adam dari tanah itu? Benarkah dibentuk seperti boneka, ditiupkan ruh, kun fayakun, kemudian menjadi manusia dewasa?
5. Benar jugakah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam? Diucapkan KUN lantas menjadi manusia dewasa seperti Adam?
6. Bagaimana pula Setan atau Iblis bisa masuk ke dalam surga untuk mengganggu Adam? Ya, bagaimana mungkin setan bisa masuk ke surga, bukankah surga mestinya tidak bisa dimasuki setan? Benarkah karena mereka menyamar sebagai ular, sehungga tidak ketahuan Allah?
7. Benarkah Adam dan Hawa terusir dari surga karena perbuatan dosa memakan buah itu? Sehingga, seandainya mereka tidak memakan buah itu, kita semua – keturunan Adam mestinya masih hidup di surga selamanya. Kalau begitu, apakah Allah tidak berniat untuk menjadikan Adam sebagai penduduk Bumi sejak awal? Hanya kebetulan?
8. Dan, benarkah Adam adalah manusia pertama yang menurunkan kita semua? Apakah sebelum Adam tak ada kehidupan manusia?

Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang memerlukan jawaban tuntas. Sayangnya, karena dianggap sudah melegenda, seringkali kita tidak merasa perlu untuk mencari jawaban lebih lanjut. Kita lantas menerimanya begitu saja.

Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya kekritisan ummat dalam beragama, banyak yang kemudian merasa perlu untuk menanyakan kejelasan cerita seputar penciptaan Adam dan Hawa itu. Apalagi, ternyata Allah sangat sering menyinggungnya di dalam Al-Qur’an, kitab Suci yang menjadi sumber rujukan utama umat Islam.

Dan rasanya memang tidak berlebihan, serta cukup pantas bagi kita untuk mengetahui asal-usul sejarah kita sendiri.

Next on…

.