image

Doa untuk mendoakan orang yang sedang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

(Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa )

 “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari dan Muslim).

*Dari Abu ‘Abdillah ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah sebanyak tiga kali :

 بِسْمِ اللهِ

kemudian bacalah sebanyak  tujuh kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim)

Berkata Imam Abul ‘Izzi Al-Hanafy :
“Tanda-tanda sakitnya hati adalah berpalingnya hati dari makanan yang bermanfaat kepada makanan yang membahayakan, dan berpalingnya  hati dari obat yang bermanfaat kepada obat yang membahayakan.

Dengan demikian, maka disini ada 4 hal :
* Makanan yang bermanfaat,
* Obat yang dapat menyembuhkan
* Makanan yang membahayakan
* Obat yang membinasakan.

Hati yang sehat akan sangat merasakan sesuatu yang bermanfaat lagi menyembuhkan dari pada obat yang membahayakan lagi menyakitkan, sebaliknya hati yang sakit akan merespon sebaliknya.

Makanan yang paling bermanfaat adalah makanan iman, sedangkan obat yang paling bermanfaat adalah obat berupa Al-Qur’an.

Masing-masing dari kedua hal itu terdapat makanannya dan obatnya.
Barangsiapa mencari kesembuhan pada selain Al-Qur’an dan As-Sunnah maka dia menjadi orang bodoh yang paling bodoh, dan menjadi orang tersesat yang paling sesat. Firman Allah:

وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ ﴿٤٤﴾

44. “Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS. Fusshilaat [41]:44)

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾

82. “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Israa’ [17]:82)

Allah juga berfirman dalam ayat yang lain.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

57. “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus [10]:57)

Al-Qur’an adalah obat yang paling sempurna diantara semua obat hati maupun jasmani, juga merupakan obat dunia dan akhirat, dan apa saja yang ahli untuk berobat dengannya.

Apabila seorang yang sakit tepat dalam berobat dengannya, dan meletakkan atas penyakitnya dengan kejujuran dan keimanan dan penerimaaan sepenuh hati, dan meyakini dengan keyakinan yang dalam dan  terpenuhi syarat-syaratnya maka tidak aka ada penyakit yang mampu menembusnya selamanya.

Bagaimana akan bisa menandingi berbagai macam penyakit itu terhadap kalam Firman Tuhan-Nya langit dan bumi, yang seandainya dia (Al-Qur’an) ini diturunkan kegunung niscaya dia akan meleleh, atau diturunkan diatas bumi niscaya dia akan menghamburkannya?! Maka tidak ada satu pun penyakit diantara penyakit-penyakit hati dan fisik melainkan didalam Al-Qur’an  ada jalan yang menunjukkan untuk pengobatannya, dan sebab-sebab untuk bisa menangkalnya bagi orang-orang yang diberi pemahaman terhadap kitab Al-Qur’an ini.”
Wallau a’lam.

Sumber : Syarh Al-Aqidah Ath-Thohawiyah

.