image

(SEKAPUR SIRIH)

“SANG MANUSIA PERTAMA”

Badannya dicipta dari tanah Bumi
Ruhnya dari Dzat Sang Maha Agung
Lahirlah sang jiwa
Mengembara di alam dunia
Berburu hakikat kesempurnaan
Untuk kembali kepada Sang Pencipta
Di akhir kehidupannya

Adam dan Hawa
Menghuni taman indah di muka Bumi
Masa kecil yang mempesona
Segala tersedia
Ketika dewasa menjelang
Tugas Khalifah pun menghadang
Sebenarnyalah,,,
Engkau di dicipta untuk memakmurkan Bumi
Menggelorakan drama kehidupan ribuan tahun
Bersama miliaran anak cucumu
Sampai datangnya kehancuran
Semua menghamba kepada-Nya
Menegakkan kalimat Tauhid
“Laa Ilaaha Illallah”
Sebagaimana seluruh makhukNya
Yang terus bertasbih
Mengagungkan Kebesaran-Nya

====================================

(KATA PENGANTAR – MUQADDIMAH)

“MEREKONSTRUKSI MANUSIA PERTAMA”

DEWASA ini, planet Bumi dihuni oleh sekitar 6 miliar manusia! Kalau kita runut ke belakang, pastilah jumlahnya semakin sedikit. Seratus tahun yang lalu misalnya, jumlah penduduk Bumi hanya berkisar 1,5 miliar. Jadi, kini sudah berlipat 4 kali hanya dalam kurun 1 abad terakhir.

Kalau kita teruskan merunut ke belakang, kita akan memperoleh data yang semakin mengerucut – semakin kecil. Dan suatu ketika, kita akan ‘bertemu’ dengan nenek moyang pertama manusia, yaitu pasangan Legendaris, yang kita kenal sebagai ADAM dan HAWA.

Semua agama-agama besar di dunia sepakat bahwa kita adalah keturunan Adam dan Hawa. Asal muasal populasi manusia di muka Bumi. Spesies tertinggi yang menguasai (dan mendiami – pen) planet biru yang sangat indah mempesona.

Dibandingkan dengan makhluk lainnya di muka Bumi, manusia memang sangat istimewa. Ia menempati urutan pertama dalam segi apapun. Dari segi jumlah misalnya, manusia adalah spesies dengan jumlah terbesar, mengalahkan jenis binatang atau tumbuhan apapun, termasuk jumlah ternak dan unggas yang kita pelihara. Enam miliar manusia adalah jumlah material yang kira-kira setara dengan 300 juta ton biomassa.

Bagi pakar biokimia, ini adalah sebuah proses yang menakjubkan. Berbagai zat biokimiawi dikonsentrasikan untuk membentuk onggokan-onggokan biomassa sebanyak itu, dengan proses yang sangat terencana, dan terstruktur dengan sempurna. Tentu saja melibatkan bioenergi yang sangat besar untuk menciptakannya.

Dari bentuk fisik, manusia juga paling indah dan mempesona, dengan segala aksesoris penampilannya. Bahkan hingar bingar kehidupan manusia dewasa ini adalah budaya yang sangat menonjolkan pesona fisik manusia.

Tak ada makhluk seindah dan seluwes manusia dalam penampilan fisiknya. Beragam budaya di seluruh dunia membuktikan hal itu. Mulai dari seni berpakaian, sampai pada beragam budaya yang mempesona.

Dari fungsi otaknya, manusia bahkan menjadi makhluk yang tiada bandingnya di alam semesta. Peradaban manusia selama berabad-abad adalah produk fungsi ‘organ berbentuk bubur’ di dalam tempurung kepala manusia yang kita sebut dengan OTAK. Justru di sinilah letak keunggulan spesies manusia dibandingkan spesies makhluk lainnya penghuni planet bumi ini.

Kemajuan yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya, adalah produk dari fungsi otak manuasia yang memiliki kecanggihan jauh di atas makhluk lainnya.

Manusia benar-benar menjadi aktor utama dalam kehidupan di muka Bumi. Pemimpin kolektif atas segala fasilitas kehidupan yang telah tersedia secara ajaib di planet istimewa ini.

Maka, tidak heran, kita seringkali bertanya-tanya: Bagaimana kita bisa muncul di permukaan bumi sebagai aktor utama? Kapan semua itu mulai terjadi? Darimana? Dimana? Dan sebagainya… Dan seterusnya….

Pertanyaan mendasar ini dijawab oleh berbagai agama keturnan nabi Ibrahim – Yahudi, Nasrani, dan Islam – dalam kitab-kitab sucinya. Diceritakan bahwa kita semua ini adalah anak keturunan sepasang manusia legendaris bernama Adam dan Hawa. Sayangnya, penjelasan yang ada demikian singkat dan ringkas. Sehingga muncul berbagai tafsir tentang asal-usul keberadaan manusia pertama itu.

Cerita yang bertebaran sangat beragam. Mulai dari yang beraifat dongeng, legenda, dogma, tafsir bahasa, sampai pada penelusuran yang bersifat ilmiyah. Semuanya belum memberikan gambaran yang jelas tentang informasi yang diinginkan. Sejarah manusia seperti terbentur pada suatu dinding tebal yang sulit ditembus. Seakan-akan Allah sengaja mengaburkan sejarah awal munculnya spesies manusia di planet Bumi ini.

Tetapi anehnya, dalam kitab Al Qur’an, Allah seperti memancing kita semua untuk memahami lebih jauh tentang proses munculnya peradaban manusia di planet ini. Berulangkali Allah bercerita tentang makhluk yang namanya Adam itu. Puluhan kali. Apalagi tentang munculnya manusia keturunan Adam, jumlahnya ratusan kali.

Karena itu, tidak heran perdebatan tentang sejarah kemunculan manusia di muka Bumi ini menjadi cerita dan diskusi panjang yang tiada habisnya. Di satu sisi, kita memang ingin tahu bagaimana asal muasalnya. Sedangkan di sisi lain kitab-kitab suci agama kita tidak memberikan penjelasan secara terinci, kecuali hanya ‘sinyal-sinyal’ yang semakin membuat kita penasaran.

Maka, agaknya kita disuruh untuk merunut dan mencari sendiri informasi tentang asal muasal penciptaan manusia. Dan yang menarik, perkembangan ilmu pengetahuan manusia semakin lama semakin mendekati “tirai pembatas” kaburnya sejarah kita sendiri. Yang dibalik itu kita akan bakal bertemu dengan SUREPRISE tentang sejarah “drama superkolosal” di planet istimewa ini.

Allah rupanya sedang “manunggu” manusia di suatu “terminal ilmu” yang kita sendiri bakal terbelalak menyaksikan kecanggihan kerja dan keagungan Sang Pencipta. Dia bakal memamerkan kepada kita bagaimana rumit dan canggihnya proses penciptaan spesies istimewa bernama manusia, yang tak lain adalah KITA sendiri.

**Semoga Allah berkenan membimbing kita untuk memahaminya.
Aamiin…
Bismillahi….

Surabaya, Mei 2007
Salam penulis

Next on…

.