Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku.

Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku.

Tanya : Ma Imamuka? Apa imammu?
Jawab : Al-Qur’an Imami. Al-Qur’an Imamku.
Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab : Al-Ka’batu Qiblati. Ka’bah Qiblatku.

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku.

Jawabannya sangat sederhana bukan?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Astaghfirullahal ‘Adzim…
Ampunilah kami Ya Allah…
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat…
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu…
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu…
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu…

Ya Allah…
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu…
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu…
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan…
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

.