Renungan bagi kaum laki-laki.
Bila perempuan memiliki jilbab sebagai hijabnya untuk menghindari fitnah, maka hijabnya lelaki adalah:

+ Matanya ketika ia ghod-dhul bashor, menundukkan pandangan.

+ Lisannya, ketika ia berkata
seperlunya pada lawan jenis
tanpa basa-basi, tanpa tebar pesona.

+ Hijab pada hati dan pikirannya,
ketika cintanya hanya pada Allah
Ta’alla, rasul, dan orang tua, bukan gema nama mahluk perempuan dalam hatinya dan
panjang angan pada pikirannya.

+ Hijab lelaki adalah hapenya,
ketika isi sms nya hanya untuk
yang perlu, bukan menanyakan
kabar, sudah makan apa belum,
sudah sholat apa belum, apalagi
berlagak membangunkan QL
(Qiyamul Lail, sholat malam) padahal setelah itu tidur lagi.

+ Hijab lelaki adalah yahoo
messenger nya, chatting, inbox, ketika tanpa merasa telah ber-khalwat (berduaan) dengan selain-Nya.
Pembicaraan pribadi yang tanpa
jelas ujungnya, mempermainkan
hati dan pikiran, terutama iman.

+ Jilbabnya lelaki tidak perlu
panjang, lebar atau berbentuk
kaos atau jain, atau yang terbelah bagian pingirnya. Jilbab lelaki cukuplah matanya berpaling dari yang bukan haknya, lisannya
yang tak berucap sia-sia, hati dan pikirannya yang selalu berkhidmat pada Allah Ta’alla.

~Uniknya, jilbab ini dapat juga dipakai oleh kaum hawa, jadi jangan takut untuk mencobanya.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu
lebih suci bagi mereka. Sunggguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30)

.