Bagaimana tidak ?

Ketika sang kekasih berkata : “ Sayang, apakah kamu benar-benar mencintaiku..?
Kalau cinta, maukah kamu berkorban untukku..?

Dan biasanya hati wanita yang lemah akan berkata, : Tentu saja aku mencintaimu sayang.
Aku akan melakukan apapun untuk membuktikan cintaku padamu”
* (Inilah awal dari bencana)

Dalam Pacaran, tidak mungkin kita akan memilih tempat yang terang. Aku yakin kita akan memilih tempat yang sepi dan gelap, bahkan kita akan jengkel sekali jika pacar main kerumah dan orang tua ikut nimbrung. Pasti dengan berbagai cara kita akan mengusir secara halus orang tua agar tidak mengganggu kencan kita.

Teman, tidak tahukah kita bahwa
dalam suasana sepi dan kegelapanlah setan dan iblis bersembunyi. Iblis akan membisikkan rayuan yang maha dahsyat untuk merobohkan iman kita.

Orang yang memiliki tembok iman yang amat kuat dan sangat kokoh itu pun bisa hancur karena godaan syetan. Apalagi iman kita yang masih lemah, bisa hancur berkeping-keping di buatnya. Makanya kita harus berhati-hati
dengan kegelapan, tempat bersemayamnya bujuk rayu syetan.

Iblis akan menjerumuskan kita ke jurang yang paling hina dan terhina. Hingga dalam usia muda, kita sudah ternoda, terluka, tercampakan, dan terhinakan. Ketika semua telah terjadi, ketakutan dan penyesalan
terlambat sudah.

Dengan penuh tanggung jawab palsu, seorang laki-laki akan berkata bahwa ia akan mempertanggung-jawabkan perbuatannya dan kelak akan menikahi kita.

Tapi kalau ternyata dia bukan jodoh kita..?
Sementara kesucian telah hilang ternggut. Kegadisan telah layu. Lalu, adakah yang bisa kita banggakan kelak..?
Bagaimana jika suami kita kelak
mempertanyakan keperwanan kita..?
Bagaimana..?

Lantas…!!!
Apakah kesucian raga penting dalam pernikahan yang agung..?
Tentu iyaaa…! Walaupun tidak wajib…!
Walau banyak pernikahan yang abadi walau seorang istri tidak sesuci Maryam.
Semuanya tergantung niat dan yang menjalani…

Niat pernikahan kita apa..?
Apakah hanya kenikmatan sesaat..?
Atau untuk menggapai bahtera cinta dan rumah tangga yang berbuah surga..?
Jika pernikahan kita niatkan karena Allah semata maka kekurangan pasangan kita tak
akan pernah kita hiraukan.
Kita akan membimbingnya menuju kebaikan sesuai tuntunan Allah, dan cinta kasih kita tak akan pudar walau kita tahu masa lalunya yang kelam.
Asal kita mau berubah dan mau di
bimbingnya ke jalan yang benar.
Cinta itu Ikhlas memberi dan menerima ^_~

Jagalah kehormatan diri karena disitulah nilai harga diri di hadapan Allah dan manusia,
sebelum semuanya terlambat untuk disesali…

.