Bunga, seorang siswi kelas 3 di sebuah SMP negeri di Surabaya. Bunga adalah anak yang manis, imut dan cantik. Teman-temannya
banyak yang menyukainya.

Namun demikian tidak ada seorang pun yang tahu kalau dia sedang hamil 6 bulan akibat
hubungan gelap sama pacarnya, Andi. Ia menyembunyikan kehamilannya karena malu dan memang ia tampak biasa saja tidak seperti orang hamil layaknya sebab perutnya juga tidak tampak membesar.

Suatu hari ketika jamnya pak Hendra sedang memberikan pelajaran sekolah di kelasnya, tiba-tiba dia merasa seperti ingin pipis. Ia pun meminta ijin kepada pak Hendra untuk ke kamar
mandi sebentar. Pak Hendra pun
mempersilahkan Bunga tanpa curiga sama sekali.

Sesampainya di kamar mandi Bunga pun langsung masuk berniat pipis, namun apa yang terjadi. Ia malah keguguran, bayi yang usia kandungannya masih 6 bulan itu gugur dan meninggal dari dalam rahimnya.

Bunga pun panik, khawatir dan takut, ia malu masalahnya itu ketahuan orang banyak di sekolahnya apalgi para guru dan kepala sekolahnya. Untuk menghilangkan jejak akhirnya Bunga pun akhirnya memakan janin bayinya yang sudah meninggal itu. Ia mematahkan satu persatu bagian anggota
tubuh sang janin dan memakannya tanpa merasa jijik. Mungkin karena rasa malu telah
mengalahkannya.

Sementara di kelasnya pak Hendra dan teman-temannya heran kenapa Bunga yang cuma pamit ke kamar mandi untuk pipis
sampai 1 jam lebih ga balik-balik. Akhirnya pak Hendra dan teman kelasnya berinisiatif menyusul Bunga ke kamar mandi karena
takut terjadi apa-apa dengan Bunga.

Sesampainya di depan kamar mandi yang di pakai Bunga pak Hendra dan teman-temannya memanggil-manggil Bunga, namun tidak ada jawaban. Sementara di dalam toilet Bunga masih sedang memakan janin bayinya yang sudah tinggal separo kaki sebelah.

Karena merasa khawatir pak Hendra pun mendobrak pintu kamar mandi dan…… Betapa Ia terperanjak kaget tak percaya menyaksikan dan mendapati Bunga yang sedang memakan janin yang belum sempat di habiskan itu. Dengan perasaan bercampur aduk, malu, marah, iba,
kasihan, pak Hendra menghampiri Bunga dengan tersenyum sambil membawa sesuatu di tangannya, dan berkata….

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Apapun makanannya. Minumnya tetap TEH SOSRO….. Qiqiqiqi…. Bacanya sambil deg-degkan, ga berkedip, spot jantungan, nahan
nafas, mual-mual, sambil emosi juga, pake serius lagi….
Ternyata oh ternyata… Hehehe… Salam apa saja dech….

.