Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena, kata Rasulullah Saw, “Saat
dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia
bersujud….” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

Namun, tahukah kita bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada
dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?

Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan
demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak.

Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari. Ketika kita mengalami
influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim
mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi
tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi (tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia
akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari
gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah.

Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah. Lebih jauh dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun
ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam
keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak.

Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui
bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, sebagaimana yang
terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya.

Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali
melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta.

Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu
derajat dan menghapuskan kesalahanmu.’” (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)

Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang
berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.
Dalam Shahih-nya, Muslim
meriwayatakan bahwa Abu
Firâs Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah – berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda,
“Mintalah!” Saya menjawab,
“Saya mohon agar dapat
menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada
permohonan lainnya?” Saya
menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan
permintaanmu itu dengan banyak bersujud.”

Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang banyak bersujud di hadapan-Nya.

.