(Mengenang Insan Mulia (Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam)

Di sebuah sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis buta yang setiap harinya selalu mengumpat Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ia berkata kepada setiap orang yang mendekatinya:
“Wahai saudara-ku, jangan dekati
Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya..!”

Tiada hal lain yang di lakukan si buta setiap hari kecuali menengadahkan tangan dan mengumpat meneriakkan kata-kata itu berulang-ulang kali. Namun demikian, setiap hari di waktu pagi selalu ada seorang pria yang mendatangi pengemis itu dengan membawakannya makanan, dan tanpa berucap sepatah kata-pun, pria itu selalu menyuapkan makanan yang di bawanya kepada pengemis buta itu.

Suatu ketika, pria yang biasanya datang memberinya makan tidak lagi datang kepadanya. Pengemis buta itu semakin hari semakin lapar dan bertanya-tanya dalam dirinya apa yang terjadi dengan pria itu.

Sampai suatu pagi ada seorang pria yang mendatanginya dan memberinya makan. Namun, ketika pria itu mulai menyuapinya, si pengemis buta itu marah sambil menghardik:

“Siapa-kah kamu..? Engkau bukan orang yang biasa mendatangi-ku..!”
“Aku adalah orang yang biasa.” kata pria itu.
“Tidak mungkin. Engkau bohong..!” Kata si pengemis buta itu.
“Sebab apa-bila ia datang kepada-ku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangi-ku itu, sebelum ia menyuapiku, dia selalu mengusap rambut-ku terlebih dahulu, Selalu menyuapi-ku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan kepada-ku
sehingga tidak sulit mulut ini mengunyah,” jawab pengemis buta itu lagi.

Mendengar jawaban si pengemis buta itu, pria tadi tidak dapat menahan air matanya, ia manangis sambil berkata kepada pengemis itu:

“Aku memang bukan orang yang biasa datang kepada-mu. Aku adalah salah seorang dari Sahabatnya. Nama-ku Abu Bakar. Orang Mulia yang biasa memberi-mu makan itu telah meninggal dunia. Dia adalah Muhammad
shalallahu ‘alaihi wasallam..”

Pengemis buta itu terkejut. Tubuhnya tergetar. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Hanya air mata yang mengalir di pipinya. Deras, seolah tak terbendung, mengenang “Manusia Mulia” yang selalu di maki-nya setiap hari..

Subhanallah, sungguh keIkhlasan dan keSabaran Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam
sebagai contoh yang patut kita tauladani..

.