Matahari : Aku lah yang pantas bersanding dengan pelangi , karena dia ada karena bias cahayaku.

Senja : Aku tahu itu, kaulah penerang jagad raya ini, tapi tidakkah kau sadar, aku dapat
menenggelamkan dirimu, jadi aku lah yang pantas bersanding dengan pelangi.

Matahari : Tidaak, kau tak pantas bersanding dengannya, rupamu saja tak mampu menerangi dia, dan walau kau dapat menenggelamkan aku, bukan berarti aku kalah denganmu.

Senja : Akuilah kekalahanmu wahai sang raja penerang yang
sombong, tidakkah kau sadar, kesombonganmu kadang menyakitinya, manusia terkadang tak bisa menikmati keindahannya karena cahayamu yang menusuk mata, akulah yang pantas bersamanya, walau aku tidak seterang dirimu , lihatlah ketika dia bersamaku , manusia dapat
menikmati indahnya tanpa merasakan cahaya menusuk matanya.

Matahari : (terdiam..) baiklah .. Kau memang yang pan… (tiba-tiba pelangi hadir dan bicara)

Pelangi : Aku takkan bersanding dengan siapapun , karena aku hanyalah pelengkap, kalian berdua adalah sahabatku, aku akan selalu hadir dikala kau membutuhkanku, kau dapat menikmati tiap warna pada diriku, meski kehadiranku kadang setelah hujan menyakitimu, namun percayalah, aku kan selalu
bersamamu, meski kadang aku tak mampu berdiri lebih lama diangkasa…

Pesan : Pelangi walaupun indah ia hanya kamuflase. Ia hanya bisa dinikmati tapi tidak bisa di miliki. Begitulah kehidupan dunia adalah fatamorgana. Sejatinya hidup adalah di akhirat nanti. So, berbuatlah baik sesuai tuntunan syari’at Allah agar tidak menjadi orang yang tertipu dan merugi kelak.

.