Bismillah..

Pernahkah kita dengar ta’aruf seorang ikhwan maupun akhwat dan dengan semboyan dahsyat
MENCINTAIMU KARENA ALLAH, tapi berawal dengan niat sperti ini:

“hmm.. jalani dululah, siapa tahu cocok…”
“hmm.., bolehlah, siapa tahu emang jodoh…”
“siapa tahu…”, ”s iapa tahu…” dan siapa tahu yang lain-lainnya.

Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya..
Tapi,,, sungguh miris hati ini ketika melihat realita,,, ta’aruf seakan jadi sebuah solusi atau
jalan lain karena tidak boleh pacaran…!!!

Akibatnya,,, ta’aruf tiada bedanya dengan pacaran…?? ?
Lalu…???
Ta’aruf adalah pacaran hanya
dibungkus dengan “selimut kata Islami…” ??

Jika pacaran yang dibicarakan adalah:
“sayang, ketemuan yuk…”
Ta’aruf…: “Sholat tahajjud dulu…??,
*Maksudnya?

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan:
“sayang,,, aku cinta kamu…”
Ta’aruf,,,: “sungguh hati ini
mencintaimu karena Allah…”
*Maksudnya..??

Sms-sms penuh perhatian,,, tiap hari,,, tiap jam,,,
Telepon mengobrol kehidupan sehari-hari.
curhat sana sini ini itu..
Chatting..?? tiap hari!
YANG DIBICARAKAN. ..??????? hmm,,, tidak jauh beda…!!!

Kiranya semuanya telah tahu…
Bahwa wanita adalah fitnah bagi
seorang laki-laki…
Begitu juga sebaliknya laki-laki juga fitnah bagi wanita.
Namun… Setiap wanita… Mungkin juga tahu…bahwa perhatian laki-laki… kasih sayangnya… sikap melindunginya. Kata-kata manisnya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita.

Mungkin para akhwat pada awalnya akan berkata…
“iih…antum iseng banget sih…”
“nyebelin… ”
“ganjen…”
“ngapain sih ngajak-ngajak ta’arufan gak jelas..”

TAPI….tanpa kita sadari, kita semuapun juga tahu.
BAHWA Cinta itu tumbuh karena terbiasa.
terbiasa di sms-in dan ditelponin..
terbiasa dekat…
terbiasa ada…
terbiasa bersama…
terbiasa saling menyapa…
terbiasa diberi perhatian…
terbiasa saling mengobrol…
danterbiasa terbiasa yg lain.. hmm…
Cinta itu teramat bening…
saat ini tiada apapun…namun perlahan…tanpa kita sadari…dia sudah menjalar ke seluruh
bagian jiwa kita,,, menguasai kita…

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya,,,
Terganggu oleh sms-sms isengnya,,,
Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya….
Namun… tanpa kita sadari…
saat ia tiada…
saat sms tak kunjung tiba…
saat telepon tak berdering lama….????
akan ada perasaan kehilangan.. ..
setiap saat melihat ke arah HP… menunggu deringnya…
setiap saat melongok ke komputer… menunggu dia online.
Dan itukah… itukah sahabatku..?? yang dinamakan dengan…”MENCINTAI KARENA ALLAH..??

dan bgaimana jika kita telah jatuh cinta.
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu… menginginkan adanya kebersamaan, merindukan adanya kasih yang tanpa akhir…
sementara,,, KITA BELUM HALAL….!!! !!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL….!!! !!!

Sanggupkah kita pertanggungjawabkan sms-sms mesra kita…??
sanggupkah kita pertanggungjawabkan telepon mesra kita…??
sanggupkah kita pertanggungjawabkan tangis setipa jiwa karena mulai merindukan kita..??
dan mulai berharap pada kita..??
MARI TA’ARUF YANG BENAR..!
CARANYA..??
CARI ILMUNYA ATUH..!

.