Rasul SAW bersbada diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari; “Hendaklah diantara kalian bershadaqah”, maka seorang sahabat berkata:

“Ya Rasulallah , kalau ia tidak punya?”,
maka Rasul berkata: “Kalau ia tidak punya maka bekerja lalu bershadaqahlah”,
lalu sahabat bertanya lagi: “Kalau sudah mencari pekerjaan tetapi tidak mendapatkan?”,
maka Rasulullah berkata: “Maka membantu orang yang susah”, misalnya ada seorang penjual buah sedang mendorong gerobaknya, maka bantu ia mendorong karena hal itu juga shadaqah, meskipun bukan harta yang dikeluarkan.

Maka ada sahabat yang bertanya lagi: “Ya Rasulullah jika yang seperti itu juga tidak ada?”,
maka Rasul berkata: “Meperbanyak amal baik dan
menjauhi larangan Allah”.

Jadi jika tidak ada yang bisa dishadaqahkan, harta tidak ada, pekerjaan juga tidak ada, membantu orang tidak bisa, maka hendaklah ia memperbanyak amal baik dan menjauhi larangan Allah, karena hal itu merupakan
shadaqah baginya.

Sahabatku,,, Ada satu hal yang perlu saya nukil dalam masalah shadaqah ini, ketika para sahabat
bertanya maka Allah yang mewahyukan kepada sang Nabi Yang berfirman:

ﻭَﻳَﺴْﺄَﻟُﻮﻧَﻚَ ﻣَﺎﺫَﺍ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ,ﻗُﻞِ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮَ
( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ 219 : )

“Dan mereka bertanya kepada mu
(Muhammad) tentang apa yang (harus) mereka infakkan, katakanlah kelebihan dari apa yang diperlukan”. ( QS. Al Baqarah : 219 )

Para shahabat sudah banyak berinfaq , kaum Anshar sudah berinfaq dari setengah hartanya, kaum Muhajirin bahkan telah
meninggalkan seluruh hartanya di Makkah tapi mereka masih ingin berinfaq, maka Allah SWT berfirman:

ﻗُﻞِ ﺍْﻟﻌَﻔْﻮَ

“Katakanlah (Muhammad), berinfaklah dengan maaf”.

Kalau mau berinfak , berinfaklah dengan maaf dan itu adalah infak
yang termahal . Jika seseorang memiliki sepuluh mobil dan menginfakkan 5 mobilnya, maka hal itu masih lebih kecil di banding ia harus memberi maaf kepada orang yang paling ia benci, (mungkin) lebih baik jika ia
mempunyai dua rumah maka ia berikan rumah itu satu untuk orang fakir, baginya lebih ringan daripada memaafkan orang yang
ia benci.

Jadi infak yang paling berat adalah memaafkan orang-orang yang bersalah kepada kita. Jadi maafkan orang yang pernah
salah terhadap kita.

Kenapa kita harus memaafkan orang yang salah kepada kita?
Karena kita juga banyak berbuat jahat kepada Allah, tidak malukah kita yang banyak berbuat jahat kepada Allah jika tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita?!

Kita berharap Allah memaafkan kejahatan kita kepada Allah, bagaimana kita tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita?

Bagaimana jika kelak kita ditanya di hadapan Allah: “Engkau yang meminta maaf dari-Ku sedangkan kamu tidak mau memaafkan hamba-Ku yang lainnya, bukankah ia juga ciptaan-Ku?”

Orang yang jahat terhadap kita siapa yang telah menciptakannya, Allah juga yang menciptakannya sebagai ujian bagi kita. Untuk apa? mengapa Allah menciptakan
keindahan, mengapa Allah menciptakan dia bersifat buruk, bengis, licik dan penuh kejahatan?

Jawabannya supaya menjadi alat bagi kita untuk mendekat kepada Allah, yang dengan itu kita akan mencapai derajat orang yang
paling dicintai Allah SWT.

Wahai Allah, jadikanla h mudah segala kesulitan kami dan tumpah ruahkanlah anugerah kebaikan-Mu kepada kami. Aamiin.

.