Tersentak aku dalam tidur yang lelap dan nyenyak,
Ada setetes embun malam menempel pada kaca jendela kamarku,
Sambil membuka mata aku menghampiri dan membisikkan bait-bait cinta,
Meniupkan pesan rindu dari dirinya,

Aku pun mencoba memanggil dinginnya angin malam,
Mengharap angin menyampaikan salamku,
Salam rinduku pula untuk dirinya,
Dirinya yang selalu menghantui jiwa ini,

Angin kembali berhembus memecah malam dengan sederet derit pepohonan,
Melewati waktu yang mulai hening dan kelam,
Di sini aku terdiam dengan sejuta harapan hati,
Mengharap engkau di sapa angin malam,
Angin malam yang membawa rinduku,
Berhembus syahdu dalam relung kalbu,
Menyampaikan pesan rinduku untukmu,

Terima kasih angin malamku atas tugas yang di berikan Tuhan kepadamu,
Tidak ada yang mampu aku beri untuk membalas budimu,
Hanya sesungging senyum dari bibirku ,
Dengan segenap ketulusan di hatiku,

.