~Sejarah hari ibu telah dikenal pasti sebagai
perayaan musim bunga orang-orang Greece,
sebagai penghormatan terhadap
Rhea, ibu kepada tuhan mereka. Pada tahun
1600 orang-orang England merayakan hari
yang mereka namakan sebagai “Mothering
Sunday”. Ia dirayakan pada hari Ahad
keempat setiap Lent. Lent adalah tempo masa
selama 40 hari sama dengan dalam bulan
Februari atau March. Dalam tempo ini,
sebahagian orang-orang Kristen akan
berhenti melakukan atau memakan makanan
tertentu atas alasan agama.

~Amalan tersebut adalah sebagai
penghormatan mereka terhadap Mother Mary.
Mother Mary adalah Maryam, ibu kepada Nabi
Isa AS atau Jesus yang mereka anggap
sebagai Tuhan. Dalam masa tersebut juga,
kebanyakan rakyat
England yang faqir dan miskin, akan bekerja
sebagai pembantu rumah. Mereka sanggup
keluar jauh meninggalkan keluarga karena
percaya bahawa Jesus akan memberikan
kekayaan dan kesenangan dalam masa
tersebut. Menjelang hari Ahad keempat,
mereka digalakkan untuk cuti oleh majikan,
dan pulang ke kampung untuk bertemu
dengan ibu. Setiap ibu akan dihadiahkan
dengan Mothering Cake atau kue hari ibu
untuk perayaan tersebut.

~Kegiatan dan tradisi ini menular ke seluruh
dunia dan ia kini disambut sebagai
penghormatan kepada Mother Church. Mother
Church dianggap sebagai kuasa spiritual yang
agung yang memberi manusia kehidupan
dan memelihara mereka dari setiap kesialan.
Sejak dari itu, perayaan Mothering Sunday
telah dilakukan
dengan upacara kegerejaan. Penghormatan
mereka terhadap ibu setara dengan
penghormatan mereka terhadap gereja.

~Di AS, Hari Ibu pertam kali diperingati
tahun1872 hasil ilham Julia Ward Howe.
Beliau adalah seorang aktivis sosial yg telah
menulis puisi “The Battle Hymn of The
Republic” (TBHoTR). TBHoTR telah dijadikan
lagu patriotik yang popular di kalangan
warga AS. Ungkapan “Hallelujah” dalam bait-
bait lagu tersebut menumbuhkan
lagi sentuhan Yahudi dan Zionis dalam
mencaturkan politik dunia. Pada tahun 1907
Anna Jarvis dari Philadelphia telah memulai
kempanye untuk perayaan Hari Ibu. Beliau
telah sukses mempengaruhi Mother’s Church
di Grafton, West Virginia agar merayakan Hari
Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian
ibunya, yaitu pada hari Ahad kedua dalam
bulan Mei.

~Sejak itulah, Hari Ibu dirayakan setiap tahun
di Philadelphia. Anna Jarvis, dan pendukunng-
pend ukungnya telah menulis surat kepada
para menteri, para pengusaha dan para
politikus agar Hari Ibu disambut secara luas
di seluruh wilayah. Usaha mereka ini sukses
sepenuhnya pada tahun 1911 bahwa hari
tersebut disambut oleh hampir keseluruhan
wilayah AS.

~Pada tahun 1914, Presiden Woodrow
Wilson, secara resmi telah menetapkan Hari
Ibu sebagai Hari cuti umum dan mesti
rayakan pada setiap hari Ahad kedua di bulan
Mei. Walaupun sebahagian besar negara-
negara di dunia menyambutnya pada hari
yang berlainan, tetapi negara seperti
Denmark, Finland, Itali,
Turki, Australia, dan Belgium masih
merayakannya pada setiap hari Ahad kedua
di bulan Mei.

(Dikutip dari sebuah website dengan
beberapa revisi)

.