Indonesiar melaporkan, sudah menjadi budaya untuk masyarakat Madura dan sekitarnya yang dekat Jembatan Suramadu.

Setiap malam pergantian tahun mereka berduyun-duyun pergi dan berkumpul di Jembatan Suramadu baik yang dari Surabaya maupun yang dari Madura sendiri untuk menikmati malam pergantian tahun dengan
sederet pesta kembang apinya yang hanya dapat dinikmati setahun sekali.

Namun lonjakan pengendara yg membeludak baik yang ber-sepeda maupun yang menggunakan mobil memedati jalan raya sepanjang menuju arah Suramadu membuat aparat kepolisian kewalahan mengatur para penikmat pergantian tahun itu, apalagi cuaca didukung oleh gerimis rintik-rintik yang membuat para aparat ogah-ogahan mengatur para pengendara sepeda motor dan mobil itu untuk tertib.

Akibatnya hampir 2000 lebih sepeda motor dan 700 mobil yang antri membuat kemacetan hampir tiga kilo meter menuju Suramadu baik dari arah Surabaya maupun
dari arah Madura itu pun menyerobot masuk kearah Suramadu tanpa bisa dikendalikan
dan berkumpul menjadi satu ditengah-tengah Suramadu yang berada ditengah lautan tersebut.

Ribuan pengendara itu menyatu tumplek blek menjadi satu di tengah jembatan yang panjangnya 4,5 km membelah lautan itu, mereka laksana lautan manusia dengan terompet dan knalpot yang berbunyi dan meraung-raung membikin kegaduhan ditengah lautan bebas itu.

Di saat pesta penantian pergantian tahun di tengah jembatan itu, tiba-tiba hujan lebat
mengguyur dibarengi kilat dan petir namun tidak mempengaruhi animo orang-orang yang lagi berpesta itu seolah-olah lupa dengan kematian.

Hujan itu semakin deras dan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar. Tiba-tiba datang angin yang sangat kencang sekali bergulung-gulun g dari arah tengah laut dan brek menyapu 4 tiang penyangga jembatan Suramadu dengan ketebalan 6×6 meter itu hingga roboh. Semua tersentak dan menjadi panik, orang-orang berhamburan berlarian untuk menyelamatkan diri dari sapuan angin badai itu sampai-sampai melupakan kendaraannya. Namun sayang angin badai topan yang bergulung-gulun g itu terlalu
besar dan kuat lalu menghantam jembatan yang dipadadti manusia itu hingga membuat jembatan patah dan menjadi ambruk.

Sungguh sebuah tragedi yang sangat memilukan dengan menelan banyak korban jiwa.
Sampai saat ini di laporkan 673 lebih sepeda motor dan 357 mobil tenggelam dan hilang dalam tragedi nahas itu. 962 orang meninggal dunia, 544 orang luka-luka dan 415 lainnya tidak ditemukan. Sungguh sebuah tragedi kemanusiaan yang patut
dijadikan renungan bersama agar sebaiknya kita merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang bermanfaat di daerah masing-masing.

Demikian peristiwa ini dilaporkan. Dan anda yang membaca serta mengikuti pemberitaan ini dengan serius, selamat anda telah menjadi orang yang kesekian puluh korban yang tertipu termasuk saya sendiri karena
peristiwa itu hanya terjadi dialam mimpi saya. Dan saya terbangun dengan nafas terengah-engah karena menahan takut dan shock
seolah seperti kejadian sesungguhnya.

.