Aku hanya sekuntum padi yang masih bisa terinjak,,
Tiada daya,,
Masih merunduk,,
Menunggu waktu mengubahku dengan siraman hujan dan cahaya terik-Nya,

Dalam segala cara, segala jalan
Seiring masa,,
Jadilah aku,,
Sebutir beras yang berwarna putih sempurna,,
Bersama sekian juta teman dalam lingkaran timbang,,
Rela lah diriku ketika dibuat rezeki oleh-Nya,
Untuk ribuan, hingga jutaan, bahkan miliaran khalifah di ketujuh benua,,

Tapi,,
Dalam lemahku,,
Relakah aku untuk masuk dalam hidup orang riya’?
Relakah aku ketika aku harus dibeli dengan jutaan uang haram jadah?
Relakah aku masuk dalam mulut dengan tawa keji para pendosa?

Ya Rabbi..
Aku tak rela mengalir dalam darah para pendusta Negara, Bangsa dan Agama,,
Atau….
Hanya menjadi penyumbang tinja mereka..!!

Rabbi…
Tapi sesungguhnya aku lebih rela masuk dalam hidup para pekerja,,
Menghampiri mulut kaum papa,,
Rela ketika dibeli dengan selembar uang berpeluh,,
Rela ketika aku berkasih dengan lidah tulus para pendoa,,
Ikhlas saat berkelana dalam kerongkongan orang dahaga puasa,,

Rabbi…
Tapi, mampukah aku untuk berteriak, kepada-Mu?
Mampukah aku menyuarakan rasa benci dan ibaku?

.