~Sebenarnya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena cinta demikian bukanlah hubungan yang dihalalkan.

~Sebenarnya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena pacaran begitu dekat dengan kemaksiatan.

~Sebenarnya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena aku tak mau kehormatanku dan kehormatanmu tergadaikan.

~Sebenarnaya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena aku atau pun kamu di balik keindahannya justru akan membutakan.

~Sebenarnya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena aku ingin menjaga kesucian cinta.

~Sebenarnya aku tak ingin mengajak kamu pacaran, karena aku takut buaiannya makin melunturkan cintaku yang masih belum utuh kepada-Nya.

~Jangan katakan aku sok alim, dan Jangan katakan aku sok suci.
Akan tetapi, aku hanya ingin tetap menjaga diri dari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi.
Aku hanya ingin tetap menahan diri supaya jangan terulang lagi.

~Aku ingin belajar hanya patuh kepada Illahi.
Telah ku tetapkan dalam hati.
Hanya imamku atau makmumku yang boleh memacariku nanti.
Setelah tertambat dalam ikatan suci.
Karena aku yakin sekali.
Pacaran setelah menikah itu akan berbuah kebahagiaan yang sejati.

~Aku senang kita berkomunikasi yang wajar-wajar saja. Serta mengikuti norma yang di benarkan sampai nanti kita dipertmukan dalam bingkai akad nikah.

.