~Mengapa aku menyaksikan kecintaan kepada dunia telah benar-benar menguasai banyak
orang, sehingga kematian seolah tidak digariskan kecuali untuk yang selain mereka dan kebenaran seakan-akan hanya diwajibkan kepada orang lain? Tidak, sungguh tidak sedemikian itu, tidakkah mereka mengambil
pelajaran dari umat yang terdahulu ?

~Tuhanku mewasiatkan (mewajibkan) kepadaku tentang sembilan perkara :

1. Agar ikhlas dalam segala amal, baik yang kulakukan secara sembunyi ataupun terang-terangan .

2. Bertindak adil dalam keadaan rela atau marah.

3. Sederhana dalam keadaan kaya atau miskin.

4. Memaafkan orang yang mendzhalimiku.

5. Memberi orang yang menyetop
pemberiannya kepadaku.

6. Menyambung tali kekeluargaan dari orang yang memutuskan hubungan kefamilian denganku.

7. Menjadikan diamku sebagai waktu untuk berpikir.

8. Pembicaraanku sebagai zikir.

9. Pandanganku sebagai ibrah (mengambil pelajaran dari selainnya).

~Wahai Ali! Janganlah engkau marah. Dan apabila engkau marah, maka duduklah sembari memikirkan kekuasaan Allah atas
hamba-hamba-Nya dan kelembutan-Nya pada mereka. Tiada seorang yang mengikhlaskan amal perbuatannya (semata-mata karena Allah) selama empat puluh hari, kecuali akan memancar sumber hikmah dari lisannya sebagai luapan dari apa yang terkandung dalam hatinya.

~Wahai Ali! Semua mata akan berlinang (menangis) pada hari kiamat, kecuali tiga mata :

1. Mata yang semalaman dipakai di jalan Allah.
2. Mata yang tercegah dari apa-apa yang diharamkan Allah (untuk dipandang).
3. Mata yang berlinangan karena takut kepada Allah.

.