~Aisyah Radhiyallahu ‘‘Anha berkata,

ﻣَﺎ ﻧِﻴﻞَ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺷَﻴْﺌًﺎ
ﻓَﺎﻧْﺘَﻘَﻤَﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗُﻨْﺘَﻬَﻚَ ﻣَﺤَﺎﺭِﻡُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻴَﻨْﺘَﻘِﻢُ ﻟِﻠَّﻪِ‏‎.‎

~”Rasulullah Shallallahu ‘‘Alaihi wa Sallam tidak pernah marah jika disakiti. Tetapi jika hukum Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah.” [HR. Muslim (6195), Ahmad (25200), Ath-Thabarani dalam Al-Awsath (7866), Al-Baihaqi dalam Ad-Dala`il (248).

~Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah engkau pernah mengalami hari yang lebih dahsyat daripada waktu perang Uhud?” Kata Nabi, “Sungguh aku pernah menerima perlakuan dari
kaummu yang lebih menyakitkan daripada itu. Dan yang paling menyakitkan adalah pada saat hari Aqabah. Ketika itu aku minta tolong pada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulal, tapi dia tidak memenuhi apa yang aku inginkan. Maka aku pun pergi dengan perasaan sangat sedih. Aku berjalan tanpa sadar ke mana aku
melangkah, dan baru sadar saat berada di ujung bukit. Lalu aku mendongakkan kepalaku ke langit, dan tiba-tiba aku dinaungi
oleh awan di atasku. Aku pun melihat ke arah awan, ternyata ada Jibril AS di sana. Dia memanggilku seraya berkata, ‘Hai
Muhammad, sesungguh-nya Allah Ta’ala mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu dan apa yang mereka lakukan
terhadap dirimu. Sesungguhnya Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu agar engkau perintah dia apa pun
yang engkau mau.’

~Kemudian malaikat penjaga gunung itu memanggilku seraya mengucapkan salam kepadaku. Dia berkata, ‘Hai Muhammad, Sesungguhnya Allah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu. Aku adalah malaikat penjaga gunung, dan Tuhanku telah mengutusku kepadamu agar engkau menyuruhku untuk melakukan apa saja yang engkau kehendaki. Kalau engkau mau, akan aku timpakan dua gunung ini pada mereka!’
Aku berkata, ‘Jangan. Justru aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan
mereka orang-orang yang menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya
dengan sesuatu apa pun.’ [Bukhari, 59, Kitabu Bad-il Khalqi, 7, bab ketika seorang mengucapkan amin dan para malaikat di langit). Allu`lu` wal Marjan 576/1 Al Albani berkata: Muttafaq alaih. Lihat di kitab karyanya: Misykatul Mashobih, nomer hadis: 5848]

~Anas bin Malik RA mengisahkan, bahwa suatu hari dia pergi
bersama Rasulullah SAW. Ketika itu beliau mengenakan jubah
buatan Najran (Yaman). Tiba-tiba datang seorang badui dan menarik selendang yang sedang beliau kenakan dengan sangat kasar. Anas mengatakan, bahwa tarikan orang badui itu sampai membekas di pundak beliau
dikarenakan saking kerasnya. Orang badui itu berkata, “Hai Muhammad! Beri aku dari harta
Allah yang ada padamu!” Nabi pun menoleh kepadanya seraya tertawa kecil. Kemudian beliau menyuruh salah seorang sahabatnya agar memberikan sejumlah harta kepada orang badui tersebut. [Al-Lu‘lu‘ wa Al-Marjan 1/225, hadits nomor 629].

.