Saudaraku sering kita melihat burung bangau atau sejenisnya terbang di sore hari membentuk pola huruf ” V ” dan fenomena ini
juga terjadi pada angsa-angsa yang berada dinegara-negara empat musim tepatnya pada
musim gugur. SubhanAllah, fenomena membuat kita bertanya-tanya kenapa ya?

Dalam Al Qur’an surah Al An’am dan Al Mulk Allah SWT berfirman:

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat
(juga) seperti kamu. Tidalah Kami tinggalkan di dalam Al Kitab sesuatu pun. Kemudian kepada Tuhan mereka di himpunkan.” (Al An’am: 38)

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain
Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (Al Mulk: 19)

BERIKUT INI BEBERAPA FAKTA MENGENAI BURUNG-BURUNG YANG SEDANG TERBANG TERSEBUT

Kepakan sayap angsa atau burung di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa atau burung dibelakangnya. Angsa atau burung di belakangnya tidak perlu susah-payah menembus ‘AIRWALL’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa atau burung dapat menempuh jarak terbang 71% lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa atau burung harus terbang sendiri- sendiri.

Kalau seekor angsa atau burung terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung
yang diberikan angsa atau burung di depannya.

Ketika angsa atau burung pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa atau burung lain akan
terbang menggantikan posisinya.
Angsa-angsa atau burung-burung yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa atau burung yang
terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Ketika seekor angsa atau burung menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa atau burung lain akan ikut keluar dari
formasi bersama angsa atau burung tersebut dan mengikutinya terbang turun
untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa atau burung yg jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat
terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan
mereka.

Wallahu A’lam.

.