~Aku tak ingin terlalu mengharapkan apa-apa darimu karena aku tahu bahwa dirimu belum tentu menjadi milikku sebelum ijab qabul diucapkan di depan penghulu dan para saksi.

~Sebelum engkau halal bagiku, sebenarnya aku tak ingin menyatakan cinta padamu kerana aku hanya ingin mengungkapkan rasa cintaku kepada Sang Maha Pemberi Cinta. Dan membiarkan DIA yang menyatakan bahwa aku mencintaimu.

~Sebelum engkau halal bagiku, sebenarnya aku tak ingin menyentuhmu, karena aku hanya
ingin menyentuh yang halal untukku supaya barokah Allah aku dapatkan dengan jalan yang benar.

~Sebelum engkau halal bagiku, sebenarnya aku tak ingin merayumu, karena aku hanya ingin merayu pendamping hidupku kelak saat di malam pertama sehabis melaksanakan akad nikah dihadapan sanak saudara yang ikut serta memberikan doa restu dan selamat sekalian doa barokah.

~Sebelum engkau halal bagiku, sebenarnya aku hanya ingin diam membisu seribu bahasa, tahukah kamu apa yg aku lakukan?
Sebenarnya aku sedang ingin ISTIQOMAH memohon petunjuk-Nya, di setiap doaku, di setiap sujud malamku, jika memang kamu tercipta untukku semoga kita berjodoh dan agar didekatkan dengan cara dan jalan’Nya.

~Sebelum engkau halal bagiku, mungkin aku akan banyak menyendiri introspeksi diri, tahukah kamu apa yang ingin aku lakukan?
Sebenarnya aku sedang ingin melihat kesabaranmu, sejauh mana rasa keikhlasanmu menerima semua ini untuk meraih cinta dan ridho Allah.

~Sebelum engkau halal bagiku, sebenarnya aku tak ingin menggodamu, karena aku tak ingin menimbulkan harapan yang tinggi dibenakmu, jika suratan takdir’Nya berkata lain yang akan kita temui hanyalah penderitaan dihati, untuk itu mengertilah
akan sikapku, aku tak ingin menodai hatimu. Tak ingin mengotori rasa sayangku padamu.

~Sebelum engkau halal bagiku, aku hanya menitipkan do’a disetiap rakaat dalam ruku’
dan sujudku, jika memang kita dipercaya untuk membina mahligai kehidupan yang Sakinah Mawaddah Warahmah pasti akan bersama dengan jalan’Nya yang Indah.

~InsyaAllah.
Aamiin Yaa Rabbal’alamin.

.