Agustusku…
Ketika kamu mendengar kata Agustus, apa yang kamu pikirkan?
Apa yang kamu rasakan dengannya?
Mungkin, memang sebuah kata biasa yang tak terlalu berarti bagimu.
Namun bagiku begitu penuh arti dan berkesan.

Mungkin beberapa bulan lagi adalah bulan Agustus.
Bulan dimana kita pertama kali bertemu di dunia nyata.
Dan bulan dimana saat itu langit begitu berkah karena masih dalam suasana Ramadhan.

Aku tak tahu harus senang atau sedihkah menyambut Agustusku kelak?
Rasanya perasaan gelisah menghampiri.
Karena berjaraknya kita yang begitu jauh Indo – HK.
Yang juga berarti, menguji kesabaran kita untuk tetap saling menyayang.

Aku tak tahu selama beberapa bulan rentang waktu berjalan, aku mesti bagaimana.
Perasaan takut menghampiri, gelisah, dan cemas.

Apakah aku masih bisa melihat indahnya senyummu Agustus besok?
Apakah aku masih bisa tersenyum dan tertawa bercengkerama denganmu seperti Agustus kemarin di Tandes?
Masih bisa menutup dan membuka mataku untuk melihat senyum manjamu?
Dan masih bisa mengisi lembaran-lembaran kosongku penuh cinta kepadamu.

Namun waktu tak terasa terus berputar beranjak meninggalkan hari.
Dan hal itu membuatku merasakan seakan waktu terus mengejar setiap hembusan
nafasku.
Setiap detak jantungku ada ku ingat dirimu.
Apakah hal itu, kan terjadi seperti kemarin saat kita sua?
Atau hanya perasaan dan pikiran ilusiku saja.

Namun Ya Allah,
Ku berharap Agustusku penuh arti esok hari, karena telah menjalani hari akad nikah, melengkapi separuh dari agamaku.
Tapi jika tidak,
Aku percaya bisa merasakan hal spesial di Agustus-Agustus ku berikutnya bersamamu.
Karena Agustusku akan menyamarkan semua airmataku dengan gerimisnya cintamu.
Tapi jika pada Agustus, nafasku berhenti berhembus dan jantungku berhenti berdetak.

Tak mengapa.
Namun, aku berharap kamu dan aku ada di saat itu juga
Berdampingan di kamar tercinta…
Berharap pelangi di Agustusku, meski kan ada sedikit gerimis mewarnainya.

.