Hakikatnya shalat adalah untuk mengingat Allah. Dengan mengingat Allah diharapkan
orang yang mengerjakannya terhindar dari melakukan perbuatan keji dan munkar.

Shalat jika di banding luruskan dengan dunia internet tidak jauh berbeda dengan melakukan update status. Hanya saja dalam
shalat yang diupdate adalah suatu keyakinan – IMAN – kita bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad rasul Allah. Dan semua itu diaplikasikan ke dalam bentuk amal dan ibadah sehari-hari.

Namun melakukan update status melalui account ISLAM yang kita miliki sungguh berbeda dibandingan dengan melakukan
update status di account facebook atau twitter kita.

Dalam update status SHOLAT, kita terkadang tidak sepenuh jiwa dan kadang tak memperhatikan essensi sholat kita, tak menyatu kepada Allah, pikiran kemana-mana, kadang lupa dengan bacaan sholat kita, lupa jumlah rakaatnya, tak menghadirkan Allah sama sekali saat kita sholat.

Namun sangat jauh berbeda jika kita melakukan update status di
account facebook atau twitter kita, hal-hal yang kecil menyenangkan, menyedihkan
atau membosankan kita sempat-sempatkan untuk men-updatenya, semenit dan beberapa menit kemudian update status lagi
dan update lagi sehingga waktu kita banyak tersita melototin layar HP dan komputer daripada menghadap Allah dalam rukuk dan sujud juga dalam dzikir.

Bahkan kepada hal yg bersifat mencela, mengghibah, menfitnah, menyindir, sekaligus bertengkar pun kita update di facebook.
Tak ketinggalan poto kita dengan beragam macam gaya dan pose, juga dengan pakaian yang serba fashionable tertutup rapat dengan jilbab ataupun pakaian ala putri
duyung tak bersisik yang terdampar di tepi pantai, yang mempertontonkan bagian-bagian lekuk tubuh, kita update di facebook dan menjadi konsumsi publik. Alasannya mungkin cuma sekedar iseng, gaul, mencari
kepuasan tersendiri, biar tidak ketinggalan zaman serta menjadi – SELEBNET alias selebritis internet dadakan.

Namun kita sering melupakan shalat ketika kita senang, bosan dan sedih. Kita sering lupa dzikir. Kita sering melupakan bahwa
hidup kita semata-mata mencari ridha Allah, apapun keadaan status kita di dunia. Seandainya shalat kita seperti status facebook kita.

.