~Sepi ini kian merasuki hati, rindu ini melukai.
Penantianku karenamu pun menjadi saksi.
Letih tanyaku berkarat di hati
Dimana manjamu mampu kutemui lagi.

.
Mencintaimu cukup kurasakan bahagiasaja.
Tak harus kuselipkan rindu ke lain jiwa.
Kehadiranmu memberiku kekuatan untuk sabar menanti.
Mengikis kebekuan memapah keyakinan.

~Tak harus kau bertanya besarnya
rasaku padamu.
Tak perlu kau ragu kesungguhanku padamu tentang asaku.
Semua tak ada celah untuk penggantimu saat ini.
Di hatiku engkau lah jiwa penghuni hatiku setelah Dia.

~Ayank…
Jangan kau berlalu dari hangatnya peluk rasaku.
Tetaplah disini mengukir indahnya rasa luka rindu ini padamu.
Untuk esok mencumbu harapan nyata bersamamu dalam ikatan suci.
Menuai sentuhan jiwa penuh arti pasti dalam cinta yg abadi.
Semoga engkau mengerti kini bagaimana tentang hati ini.
Tanpa sapa manjamu aku gundah di hati.
Tiada aksara jiwa mu aku resah
menyendiri.
Senantiasa ada rindu di kalbu untukmu bintang cahayaku.
Dan aku pun terluka karena terlalu dalamnya merinduimu.

.