Masih dengan diamku menatap bentangan samudera yang luas tanpa batas. Jua, lalumu yang masih membayang di kelopak kenang. Sebuah jam tangan yang kamu berikan masih aku peluk genggam, dalam timang.

Entah kapan kita akan bersua kembali. Setelah pertemuan terakhir di rumahmu. Idul Fitri Mubarak yang lalu saat kau tinggalkan senyum di barisan bahagiaku.

Namun tak aku pungkiri, masih aku simpan rindu untukmu, walau menyesakkan dadaku. Ku lirik pada waktu yang terhubung, yang
pernah menjadi saksi kisah keakraban di antara kita berdua.

Meskipun cuma tiga hari saja dilalui. Indah untuk di lupakan, walau hening tetap tak beranjak dari terkenang rasa. Masih ku tak mampu melupakan tentangmu
yang menyinggahi bilik hatiku.
Menjadi warna perjalanan hari. Walau hanya separuh mimpi. Namun kau tetap yang terindah di hati dalam sepenggal kisah ini.

.