~Seperti inilah cinta aku menterjemahkan. Menjadi risau ketika merindukan pencarianmu. Ketika harap sesaatku berujung
pada sebuah tanya di hatiku. Kemudian sebuah kejujuran seolah begitu tak berarti. Layaknya angin lalu di antara hiruk pikuk keramaian.

~Aku menginginkan sebuah cinta yang bijaksana mencintai. Sebuah kasih sayang yang matang juga dewasa. Yang menjadi cahaya saat gelap menyulubungi pandang. Yang menjadi penerang kala jiwa di rundung bimbang.

~Tempat dimana aku sandarkan letih dan penat ini. Tanpa aku harus bercerita tentang lelah yang menyelimuti raga ini. Aku memang tak lantang bercerita tentang rasa ini. Namun, cinta ini tak pernah diam memahat doa
untukmu. Di sepanjang setapak yang berselubung rindu. Begitu aku mencintaimu, sederhana saja. Dengan rasa santunku.

SenDu

.