MERENUNGI KEHIDUPAN

Dalam hidup ini memang banyak larangan. Namun larangan acapkali kali justru membuat
kita melakukannya. Entah kenapa? Penasaran atau tertantangkah?

Di dalam ajaran agama memang terdapat banyak larangan atau pantangan. Yang pasti tujuannya adalah demi kebaikan.

Ada nasehat dari Sang Guru berkenaan dengan hal ini: Terhadap larangan atau pantangan, memang seharusnya dihindari. Tidak boleh dilakukan.
Begitu sederhana sebenarnya. Anak kecil juga tahu. Tetapi manusia sudah setua aku ini,
masih kesulitan menaatinya.

+Tentang Kesalahan:
Jangan suka melihat kesalahan atau menyalahkan orang lain. Karena hal itu akan menunjukkan kesalahanmu sendiri. Ketika kita masih suka melihat kesalahan orang lain dan menghakiminya. Itu tandanya masih ada kesalahan di dalam diri kita. Apalagi menjadikan kesalahan seseorang
sebagai olok-olok. Nah, alangkah baiknya bila diri kita lebih fokus
mengoreksi pada kesalahan diri sendiri dan segera memperbaiki.

+Tentang Meremehkan:
Jangan suka meremehkan orang lain dan yang memiliki kekurangan. Sebab itu akan
memperlihatkan kemiskinan jiwa dan kekurangan hati kita. Dengan meremehkan seseorang itu artinya kita tidak memiliki perasaan menghargai. Tetapi akan
menimbulkan ketinggian hati.

+Ternyata Berdebat:
Jangan suka memperdebatkan kebenaran dan agama. Karena itu akan menimbulkan sifat merasa paling benar. Dengan begitu akan
menutup hati kita untuk menerima kebenaran lain. Karena bila kebenaran semakin diperdebatkan, maka menciptakan ketidak-benaran. Alangkah lebih baiknya, semakin mendalami kebenaran yang kita
yakini dan merenunginya dalam-dalam, kita akan semakin bijak.

+Tentang Menghinakan Diri:
Jangan suka menghinakan diri sebagai manusia dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan seorang manusia. Karena manusia adalah makhluk yang terhormat dan mulia.

+Tentang Kata-kata Tidak Bermanfaat: Jangan suka berkata-kata yang tidak berfaedah, malahan dapat menyakiti hati
orang lain. Karena akibat akan ditanggung oleh diri sendiri pada akhirnya. Ingatlah bahwa kebohongan akan melahirkan
kebohongan demi kebohongan berikutnya. Beranak-cucu.

+Tentang Kemalasan:
Jangan suka bermalas-malasan, karena waktu yang berlalu tidak akan kembali lagi. Pada akhirnya menyesal pun tak akan berarti.
Hidup dalam kemalasan sama saja artinya tidak menghargai diri sendiri dan atas penciptaan kita.

+Tentang Mencuri:
Jangan suka mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Apalagi itu untuk tujuan memperkaya diri dan menghidupi anak-cucu kita. Karena kita akan menanggung akibatnya. Mengambil sesuatu yang bukan milik kita, sungguh merupakan perbuatan tercela.

+Tentang Amarah:
Jangan suka mengumbar amarah. Karena amarah dapat membakar hati dan pahala kita hingga tak berbekas. Amarah masih membara, tandanya penguasaan diri kita masih kurang sekali. Bila
amarah masih menguasai, rajinlah untuk bertobat dan merenungi diri.

.