Air tak selalu jernih begitu juga dengan ucapanku.
Kapas tak selalu putih begitu juga adanya hatiku.
Langit tak selalu biru begitu juga dengan hidupku.
Jalan tak selalu lurus begitu juga gerak langkahku.
Apabila maaf bisa terucap sekarang untuk apa menunggu bulan Ramadhan datang ataupun
lebaran tiba.
Sedangkan hembusan nafas ini pun tak pernah tahu kapan akan berhenti.
Maka dari itulah kepada semua
sahabat yang ada di sini aku pribadi mohon maaf atas semua kesalahan.