• Ada ulama menjelaskan bahwa maksud
jalan yang lurus ialah menyembah Allah. Ini
berdasarkan firman Allah yang bermaksud:
“Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu
maka sembahlah Dia, inilah jalan yang
lurus.” (Surah Ali ‘Imran 4:51)
• Pendapat lain menyatakan jalan yang lurus
ialah agama Islam berdasarkan firman Allah
yang bermaksud: “Dan barang siapa yang
berpegang teguh dengan agama Allah maka
sesungguhnya dia telah diberi petunjuk
kepada jalan yang lurus.” (Surah Ali ‘Imran 4:
101)
• Ada ulama yang menyebut jalan yang lurus
ialah al-Quran berdasarkan hubungan surah
al-Fatihah dengan surah selepasnya. Melalui
ayat 6-7 surah al-Fatihah, Allah meminta
hamba-Nya memohon jalan yang lurus, maka
Allah menjelaskan jalan itu dengan berkata,
“Inilah kitab yang tiada keraguan di
dalamnya.” (Surah al-Baqarah 2: 1)
• Tafsir Ibnu Katsir dalam menghuraikan
“Siratul Mustaqim” turut menyatakan
Kitabullah (al-Quran). Firman Allah dalam
surah al-Nur ayat 46: “Sesungguhnya Kami
menurunkan ayat-ayat al-Quran yang
menjelaskan (halal dan haram). Dan Allah
memimpin siapa yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus.”
Semua nabi adalah jalan yg lurus, yg
mengajak umatnya menyembah Allah saja.
Bukan mengajak menyembah anak manusia,
patung, api, matahari, sapi, dll, ini jalan sesat.